Archive for Januari 2011

Impact of Game to Human Live

Game yang saya bahas, yaitu Bully seperti layaknya game-game action/adventure tentu memiliki pengaruh ke dunia nyata. Dan seperti yang saya bahas sebelumnya, bahwa Bully adalah GTA dalam skala yang lebih kecil, maka beberapa pengaruhnya juga tentu sama. Meski tidak se-ekstrem “efek GTA” yang memicu kekerasan di banyak tempat, tapi harus diakui Bully pun memberi efek negatif dengan dampak yang lebih kecil. Seperti kekerasan di sekolah, mungkin.

Seperti halnya pornografi, game-game dengan benang merah kekerasan seperti ini tentu perlu bimbingan orang tua. Meskipun ESRB (salah satu badan rating game paling terkenal) yang memberi label ‘T’ (Teen, 13 tahun ke atas) untuk game ini, tidak serta merta membuat game ini tidak dimainkan oleh anak-anak yang lebih muda.

Photobucket

Kembali ke individu masing-masing, meski para remaja dinilai layak untuk memainkan game ini, tentu tidak semua remaja layak sebenarnya. Kembali peran orang tua sangat besar dalam hal ini. Remaja yang mampu menguasai diri, akan sangat menikmati game ini sebagai permainan atau juga pelampiasan. Tetapi untuk remaja lainnya belum tentu, ada yang merasa perlu mempraktekkan adegan kekerasan di game ini ke dunia nyata .Atau yang biasanya tertekan atau tertindas di sekolah dunia nyata, merasa terinspirasi dan mencoba trik-trik pembuat keonaran dari game ini.

Bully, dengan gameplaynya, sudah pasti mengundang kontroversi dimana-mana. Kebanyakan berasal dari para orang tua dan para pendidik. Tetapi mayoritas kritik dan kontroversi terjadi justru sebelum game ini rilis. Di beberapa Negara, seperti Brazil, game ini dilarang peredarannya.

Selain kekerasan, Bully juga memasukkan unsur seksualitas. Ada beberapa misi berbeda yang dijalankan Jimmy, dengan tujuan akhir mendapatkan ciuman dari cewek. Bahkan Jimmy bisa disebut biseks, karena dia juga bisa mencium beberapa cowok. Dan menurut ESRB, hal ini sudah dipertimbangkan secara matang oleh mereka, untuk memberi rating ‘T’. Selain dua hal di atas, masih ada beberapa hal mencakup seksualitas seperti Majalah Pria Dewasa, mengumpulkan celana dalam wanita yang berceceran, dan sebagainya.

Pengaruh Negatif dan Positif ‘Bully’
Menurut saya, sisi negatif dan positif dalam game ini masih dalam kadar yang cukup. Saya sudah menulis tentang game ini sebelumnya, dan tampak tidak ada sisi positifnya sama sekali. Lagi-lagi, ini kembali ke individu masing-masing. Saya memainkan game ini dan menikmatinya secara khusus sebagai game. Terkadang sebagai pelampiasan ketika saya suntuk sepulang sekolah, bukan sebagai korban pem-bullyan di dunia nyata, tentu. Ya, saya menikmati berkelahi, kebut-kebutan atau mengacau di sekolah dalam game ini, tetapi tidak akan saya bawa ke dunia nyata. Tidak perlu berlebihan menanggapinya, meski mungkin, untuk para remaja yang memiliki gangguan psikis, game ini tidak disarankan. Maka, menurut para kritikus game yang berpemikiran terbuka pun, game ini bagus. Kalau tidak, tidak mungkin IGN (salah satu situs game terkemuka) memberi penghargaan game terbaik untuk Bully beberapa tahun lalu.

Photobucket

Di luar kita (player) sebagai kontrol utama game ini, saya akan mencoba menjelaskan pengaruh negatif dan positif game ini,

Pengaruh Negatif :

-Pola pikir kita akan di ajak untuk mempercayai kekerasan sebagai salah satu solusi atas masalah.

-Dan semua efek negatif yang bisa timbul dari penjelasan tentang game ini yang telah saya tulis.

Karena sudut pandang saya sebagai gamer sekaligus penggemar game ini, maka tentu saya tidak bisa banyak menulis tentang efek negatifnya. Karena bagaimanapun juga, ini hanyalah game. Lupakan efek moral ketika kamu berhadapan dengan game sejenis ini, ambil controller dan mulailah bersenang-senang.

Pengaruh Positif :

-Kita diajarkan banyak hal, dalam game ini. Salah satunya jangan menilai seseorang dari penampilan. Dengan tampang Bengal dan reputasi buruk, Jimmy sedang tidak berusaha menyakiti siapapun, semua yang dia lakukan hanyalah proses.
-Pilih jalan yang kita inginkan. Jimmy, meski tergolong cerdas, memilih jalannya sendiri yang penuh dengan hal berbau fisik demi tujuan akhir. Dan ini adalah hal yang inspiratif.
-Hati-hati dalam memilih teman. Ada yang berteman denganmu hanya karena ada maunya, tapi selalu ada yang loyal dan percaya kepadamu.
-Hidup ini Keras. Kita diingatkan kembali dengan jargon usang tersebut. Tapi hal itu akan terbayar ketika kita telah mendapatkan skuter, go-kart, hingga banyak rumah. Sebagai Jimmy tentu saja.
-Dan lain-lain.

Photobucket

Satu lagi sisi positif, dan mungkin yang paling inspiratif yang ada di game ini. Jimmy sebenarnya sedang melawan sebuah konspirasi, yang di dalamnya memuat seorang Kepala Sekolah yang korup sekaligus tiran. Maka kembali ke poin pertama pada “Pengaruh Positif”, jangan menilai apapun dari tampilan luar. Dengan judul game atau penampilan Jimmy yang tidak meyakinkan dan notorious, jagoan kita ini sepenuhnya sedang melakukan pekerjaan mulia yaitu berusaha menyelamatkan sekolahnya dengan jalan yang ia pilih sendiri. Jimmy Hopkins is the man!

Art of Game : Bully

Pada penulisan kali ini, saya berniat mengulas game yang sangat saya gemari semasa SMA. Adalah Bully, game rilisan Rockstar Vancouver versi Playstation 2 pada tahun 2006.

Photobucket

Bully biasa disebut GTA (Grand Theft Auto, game fenomenal rilisan Rockstar juga) versi sekolahan. Ya, gameplay Bully tidak jauh berbeda dengan GTA. Jika GTA tujuannya adalah menyelesaikan misi sekaligus menjalani hidup di Kota fiktif San Andreas, maka Bully dengan skala lebih kecil. Yaitu di sekeliling Sekolah bernama Bullworth Academy dan kota sekitarnya.

Karakter utama yang akan menjadi refleksi diri kita pada game ini adalah remaja pemberontak bernama James “Jimmy” Hopkins. Dari awal permainan kita sudah dibebaskan untuk bermain-main. Kita bisa menjalani hidup hanya dengan mengacau di sekolahan setiap hari, atau bisa juga menjalani misi-misi dan mini games yang tersedia. Tentunya untuk bisa menamatkan game ini, juga membuka banyak fitur lainnya pada game ini (seperti kota sekitar, kendaraan, dll.) kita perlu menjalani semua misi-misi yang tersedia. Termasuk diantaranya misi menyelesaikan pelajaran di kelas (akan ada alarm yang mengingatkan kita).

Satu hal yang pasti, sesuai dengan nama game ini ‘Bully’ kita akan menyelesaikan misi-misi yang berbau hal-hal pem-bullyan yang sangat tidak dianjurkan di dunia nyata. Seperti sekolah pada umumnya, para siswa terbagi ke beberapa kelompok sesuai minat dan hobi mereka. Ada ‘Nerd’, mereka yang kutu buku dan mudah ditemui di perpustakaan. ‘Jocks’ yang beranggotakan mereka yang suka olahraga dan sebagian besar tubuhnya berotot juga kuat berkelahi, dan masih ada geng-geng siswa lainnya.Disini, tokoh kita Jimmy Hopkins termasuk ke dalam geng Bully. Geng yang berisi preman-preman sekolah yang kerjaannya hanya bersantai-santai, berkelahi, dan mem-bully siswa lain.

Jimmy Hopkins sendiri, sebenarnya adalah anak yang cerdas. Meski begitu dia lebih menyukai hal-hal berbau fisik. Jimmy bisa berlari kemana-mana dengan cepat dan jago berkelahi. Tapi skill berkelahi ini tentunya akan kita asah sewaktu memainkannya. Teknik berkelahi Jimmy yang masih mentah pada awal game (sehingga susah untuk mengalahkan anak Jocks yang kuat), akan terus berkembang. Salah satunya dengan mempelajari teknik baru dari seorang tunawisma di sekitar sekolahan.

Jimmy juga bisa mengumpulkan banyak item yang collectable dari lingkungan yang ia jelajahi. Yang jika terkumpul dalam jumlah tertentu bisa menjadi sebuah item baru. Selain memungut benda-benda tersebut, dalam menjalani misi Jimmy juga diperkuat oleh beberapa senjata (tidak mematikan) yang diperoleh sesuai pengalamannya. Mulai dari kelereng, ketapel, senapan kaleng, hingga pelontar mercon.

Dengan kekuatan yang besar, diperlukan tanggung jawab besar. Kalimat ini berlaku pula untuk Jimmy. Dengan kekuatan yang dimiliki, kita tentu tergoda untuk sesekali menyerang para guru atau prefect di sekolah. Dan ini tentu berbahaya. Sekali saja kita menyerang cewek, guru, atau anak kecil, radar para prefect akan dengan cepat berusaha menangkap kita. Hukuman atau detensi yang diberikan tentu tidak main-main, yang paling berat tentu Jimmy akan disuruh memotong rumput lapangan football dan selesai dalam waktu yang ditentukan.

Photobucket

Plot
Plot pada game ini secara total terdiri atas 6 Chapter.
Chapter 1 : Making New Friends and Enemies. Jimmy diturunkan oleh orangtuanya di depan pekarangan sebuah sekolah. Bertemu dengan teman pertamanya, Gary, yang akan menuntunnya menyelesaikan misi-misi.
Chapter 2 : Rich Kid Blues. Setelah menyelesaikan chapter pertama, reputasi buruk Jimmy mulai terkenal. Di sini Jimmy akan bermasalah dengan geng Prep, yang berisikan anak-anak orang berada.
Chapter 3 : Love Makes the World Go Around. Senakal-nakalnya Jimmy, sebagai remaja puber tentu dia juga merasakan yang namanya jatuh cinta. Dan cewek yang ditaksir Jimmy adalah Lola, pacar Johnny Vincent, ketua geng Greasers (yang beranggotakan anak-anak bengkel berjaket kulit).
Chapter 4 : A Healthy Mind in a Healthy Body and Other Lies. Kali ini Jimmy memutuskan untuk bersahabat pula dengan Jocks. Sayangnya pada saat yang bersamaan, geng Nerds kehilangan simpati terhadap Jimmy .
Chapter 5: The Fall and Rise of Jimmy Hopkins. Jimmy sekarang berumur 15 tahun dan merupakan jagoan Bullworth Academy yang disegani semua kelompok. Sebelum sesuatu yang buruk terjadi, dan Jimmy dijadikan kambing hitam. Kali ini kita akan berjuang untuk mengembalikan nama baik Jimmy, dan musuh yang tak terduga.
Chapter 6: Endless Summer. Ini adalah chapter terakhir, dimana kita sudah menyelesaikan semua chapter sebelumnya. Sesuai judulnya, chapter ini tidak berakhir. Jadi ketika seluruh misi tamat, kita masih bisa bermain seterusnya. Seperti mengumpulkan item-item yang belum terkumpul, menyelesaikan mini games, menyelesaikan balapan, menjelajahi sekolah ataupun kota Bullworth, atau sekedar menjalani hidup a la Jimmy Hopkins.

Karakter :
-Jimmy Hopkins, Karakter Utama. Selain semua penjelasan tentang Jimmy di atas, kita tentu bisa meng-upgrade penampilannya. Cukup banyak hal yang bisa kita pilih untuk membuat tampang Jimmy (yang dari awal sudah terlihat bengal) menjadi semakin sangar, unik, atau bahkan absurd.
-Gary Smith, teman dekat Jimmy. Ambisinya adalah menjalankan sekolah. Gary juga adalah siswa kepercayaan Kepala Sekolah, Dr. Crabblesnitch.
-Pete Kowalski, biasa dipanggil “Petey”, adalah seorang siswa yang pemalu sekaligus minder. Menjadi orang kepercayaan Jimmy. Dan tetap menunjukkan loyalitasnya kepada Jimmy, sekalipun Gary sempat beralih dari Jimmy. Meski tidak memiliki fisik bagus dan tenaga kuat, pemikirannya yang taktis dan nasehat-nasehatnya sangat diperlukan untuk membantu sekaligus mengimbangi Jimmy.
-Zoe Taylor . Seorang cewek urban yang dikeluarkan dari Bullworth Academy oleh Dr. Crabblesnitch akibat komplain ketika ia dipukul oleh KepSek tersebut. Cukup banyak membantu Jimmy, dan pada akhirnya Jimmy akan membantu Zoe untuk kembali ke sekolah.
-Dr. Crabblesnitch. Kepala Sekolah angkuh sekaligus korup yang sangat suka memberi hukuman kepada para siswanya.

Photobucket

Banyak web-web khusus di bidang game memberi nilai bagus untuk game ini, salah satunya gamespot yang memberi poin 8.7/10 dari para kritikus game, dan 8.9/10 dari para user. Benar, nyaris menyentuh angka 9.0 yang berarti game ini sangat direkomendasikan untuk dimainkan.

Begitu juga dengan saya, dari beberapa game favorit di PlayStation 2, tentu saja ada nama Bully di dalam daftar. Ini game yang, karena mungkin tidak dirilis lagi di next-gen console, akan membuat saya tetap memainkan PS2 suatu hari nanti untuk sekedar bernostalgia, sebagai Jimmy Hopkins!